インドネシア専門、翻訳・通訳、ビザ・現地視察・旅行手配| オートバイタクシー

株式会社JCインターナショナルは企業様のインドネシア現地視察、現地法人立ち上げのお手伝い、カスタマイズ旅行をしたい個人様など幅広いニーズにお応えします。また、映像・書籍・ビジネス文書等の翻訳、通訳、インドネシア語・日本語の教育、 印刷物・出版物、インドネシアに関する各種コンサルティングなどインドネシアに関心をお持ちの個人様・企業様問わずサポート致します。

Home新着一覧 > オートバイタクシー

オートバイタクシー

2016/02/08 17:52

テーマ:

 | 


こんにちは、ジミーです。

インドネシアにあって日本にはない乗り物の一つにオジェック(Ojek/オートバイタクシー)があります。
オジェックは大通りのバス停留所、ショッピングモールや市場、オフィスビルや競技場など、人が集まる場所には必ずスタンバイしています。

net-02
普通の四輪タクシーだとボディにはそれなりの塗装が施され「○○タクシー」の表記があり、屋根上には表示灯も設置してあるのでひと目でソレとわかります。ところがオジェックは一般の個人所有バイクそのまんまであり、どこにも「オジェック」とは書かれていません。乗務員もどこにでもいる私服のおっさんであります。

そんなオジェックライダーが街角でバイクにまたがり、数台(時には十数台)が並んで手を振ってお客を呼び込むわけです。事情を知らないジミー嫁はインドネシアへ来たばかりの頃、 「今日わたし、街のあちこちでバイクに乗った男の人たちから誘われたよ。インドネシア男性に好かれる顔立ちなのかなぁ」などと、大いなる勘違いをしていましたが、実際は単に客引き行為を受けていただけに過ぎません。自意識過剰のおめでたい嫁であります。

首都ジャカルタの道路渋滞はハンパではなく、たった1キロの移動に1時間以上かかったなんて話は決して珍しいことではありません。なので普通のタクシーやバスで移動するより、オジェックで車列をすり抜け裏道を疾走して行った方が、よっぽど早く目的地に到着できます。

また地方では鉄道はもとより、バス路線などの公共交通網がそれほど整備されていないこともあり、オジェックは庶民の足としてインドネシア国民から必要とされ愛されているのです。

net-03
これほど便利なオジェックなんですが、日本人にとっては結構敷居の高い乗り物です。
まずは安全面。
インドネシアは電車が混んでいれば屋根上にまでよじ登るし(パンタグラフの横にも!※2013年からできないようになっています)、バスはドアを開けたまま平気で街中を走り回り、バス停でも完全には停止せず徐行状態のまま乗り降りします。 
道路が混んでいて路肩車線まで車線変更できない、あるいは 「そんなもん時間がかかる、やってられるか」とバス運転士が判断すれば、交通量の多い多車線の中央車線寄りでも突然、追い立てられるように乗客は車外へ降ろされ、危険な横断を余儀なくさせられる。などというワイルドな交通環境で鍛えられし人たちが生み出した乗り物なので、大抵の日本人が二の足を踏みます。

またオジェックには正規の料金などというものは定まっておらず、乗車する前に乗務員とインドネシア語で運賃交渉をしなくてはなりません。インドネシアへ来たばかりの日本人にとっては、これまたハードルの高い手順を踏むことになります。

そして最後の難関としてヘルメットが待ち受けています。
オジェックには乗客用のヘルメットが用意されてはいるのですが、これが臭いのなんのって!!
長年使い古され過去に乗ってきた何千人というオヤジたちのポマードや髪の脂が潤沢に染み込んでいて、想像を絶する匂いを醸し出しています。すえた香りを放つおぞましい物体に、わが頭を入れるという試練に打ち克たない限り、オジェックには乗せてもらえないのです。

まぁ、あまりお薦めはしませんが、臭さ耐性に強く、チャレンジャー精神あふるる読者諸兄諸姉であれば、自己責任で試してみるのも一興かも知れません。アミューズメントパークの下手な絶叫マシンより、アドレナリンが出まくることだけは間違いございません。

JCインターナショナルではインドネシアに関するお役立ち情報を提供しています。今後も皆様にご愛読いただけるよう、わかりやすい&面白いを目指して配信していきたいと思います。また、JCインターナショナルは渡航に関するフライト・ホテル・ビザ・アテンド・通訳等の各種手配を行っております。急な手配も対応可能ですので、是非ご利用ください。お問い合わせはこちらからどうぞ

Selamat siang, saya Jimmy.
Taksi Motor / Ojek adalah salah satu angkutan umum yang ada di Indonesia yang tidak ada di Jepang. Biasanya “OJEK” menunggu penumpang di dekat halte bis kota atau di pinggir jalan raya, mall, pasar tradisional, gedung perkantoran dan stadion olah raga atau selalu tersedia di tempat yang ramai.

Kalau “TAKSI” adalah mobil biasa yang dicat khusus dan dituliskan “xxxx TAKSI” juga terdapat lampu taksi yang terpasang di atas atap mobil. Namun ojek adalah sepeda motor milik pribadi dan sulit di identifikasi karena tidak ada tulisan “OJEK” pada sepeda motor tersebut. Umumnya pengendara OJEK bapak-bapak yang berpakaian biasa dan sulit untuk dikenali.

Pengendara OJEK menawarkan jasa ke penumpang sambil melambaikan tangan. Waktu istri saya baru datang ke Jakarta, dia berkata : “Wah, hari ini aku digodain banyak cowok yang bersepeda motor. Mungin lelaki Indonesia tertarik dengan wajahku.” He he he … Istri saya salah paham. Begitu istri saya tahu bahwa itu pengendara OJEK, dia sadar, dan aduh…. malunya he hehe.

Kondisi kemacetan jalan di kota Jakarta sangat buruk, untuk perjalanan jarak satu kilometer saja diperlukan waktu lebih dari satu jam. Keuntungan menggunakan jasa OJEK, bisa nyelip diatara mobil satu dan dan lainnya, bisa melewati gang atau jalan tikus, oleh karena itu bisa sampai tujuan lebih cepat dari TAKSI atau angkutan umum lainnya. Terutama di wilayah desa di Indonesia masih belum cukup fasilitas jaringan kereta maupun bis sebagai sarana transportasi umum, jadi ojek sangat diperlukan/dicintai oleh rakyat Indonesia.

Namun bagi orang Jepang ojek itu agak sulit.

Pertama masalah keamanan.
Banyak penumpang yang naik di atap kereta listrik yang gerbongnya sudah penuh sesak (sebelum 25 Juli 2013), pintu bis tidak ditutup setelah menaikkan / menurunkan penumpang, penumpang diturunkan / dinaikkan ketika bis masih berjalan / tanpa berhenti dengan sempurna.

Karena kondisi kemacetan terkadang sopir bis malas pindah di lajur tempat pemberhentian bus dan penumpang diturunkan di lajur tengah yang ramai dilewati mobil, akibatnya penumpang dengan terpaksa melintas di jalan yang berbahaya untuk mencapai pingiran jalan. Jasa OJEK timbul karena kondisi kemacetan, orang Jepang sangat sulit atau kurang berani naik jasa ojek ini.

Kedua, tidak ada tarif ojek resmi. Penumpang harus negosiasi sendiri dengan pengendara ojek dengan menggunakan bahasa Indonesia . Terutama bagi orang Jepang yang baru datang ke Indonesia akan sulit sekali.

Ketiga, Helm.
Jasa OJEK menyediakan helm untuk penumpang, tapi waah… bau itu lho … nggak tahan !! Helm yang sudah lama dipakai berbagai kepala penumpang dan berbagai aroma minyak rambut ataupun bau keringat kepala. Tanpa HELM pengendara Ojek tidak akan memperbolehkan kita naik karena mereka akan di tangkap Polisi jika mengendarai motor tanpa Helm.

Saya tidak akan mengusulkan untuk menggunakan Jasa OJEK, tapi kalau pembaca kuat menahan bau busuk mencoba tetapi tanggung jawab sendiri ya. Jasa OJEK ini lebih ahli untuk bermain di jalanan menghindari kemacetan dan dapat memicu andrenalin kita dibanding kita menonton pacuan motor yang biasa ada di fasilitas Taman Hiburan Rakyat.

 |